ZUL FAUZI: SOSOK BERSAHAJA, SANG PENGGERAK SURAU INABAH

Kota Dumai, Di tengah arus modernisasi dan tantangan kehidupan perkotaan yang kian kompleks, kehadiran figur-figur penggerak keagamaan yang tulus dan konsisten menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Salah satu sosok tersebut adalah Zul Fauzi, sang penggerak Surau Inabah di Kota Dumai. Ia dikenal bukan karena popularitas atau pencitraan, melainkan karena kesederhanaan, keteladanan, dan keteguhan dalam menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pembinaan umat.

Laki-laki yang mampu menguasai Bahasa Arab dan Inggris ini tampil apa adanya. Kesahajaan menjadi ciri utama yang melekat pada dirinya. Dalam keseharian, ia tidak menempatkan diri sebagai tokoh yang harus dihormati secara berlebihan, melainkan sebagai pelayan umat yang hadir untuk membersamai masyarakat. Sikap ini justru menumbuhkan kepercayaan dan kedekatan emosional, terutama di kalangan jamaah dan generasi muda yang haus akan figur teladan yang nyata, bukan sekadar retorika.

Perannya sebagai penggerak Surau Inabah patut diapresiasi. Di bawah penggerakannya, surau tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai ruang pembinaan akhlak, penguatan spiritual, dan pemulihan moral masyarakat. Surau Inabah menjadi tempat berlabuh bagi mereka yang ingin memperbaiki diri, mendekatkan hati kepada Allah, dan membangun kembali nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Yang menarik, Zul Fauzi tidak memulai gerakannya dengan fasilitas mewah atau dukungan besar. Ia memulainya dengan keikhlasan, ketekunan, dan keyakinan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Pendekatan dakwah yang ia lakukan bersifat persuasif dan humanis, jauh dari kesan menghakimi. Hal inilah yang membuat Surau Inabah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Dalam konteks sosial keagamaan di Kota Dumai, peran Zul Fauzi menjadi sangat strategis. Ia tidak hanya menghidupkan surau secara fisik, tetapi juga menghidupkan ruh kebersamaan, kepedulian, dan semangat hijrah menuju kebaikan. Keberadaannya menjadi bukti bahwa dakwah yang dilakukan dengan keteladanan jauh lebih kuat dampaknya dibandingkan dakwah yang hanya mengandalkan kata-kata.

Pada akhirnya, Zul Fauzi adalah contoh nyata bahwa sosok bersahaja dapat menjadi penggerak perubahan yang besar. Di tengah dunia yang sering mengagungkan simbol dan popularitas, ia memilih jalan sunyi pengabdian. Dan dari jalan sunyi itulah, Surau Inabah tumbuh sebagai cahaya kecil yang menerangi Kota Dumai, cahaya yang lahir dari keikhlasan, kesabaran, dan cinta terhadap umat.*(Feeza)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *