KOTA DUMAI, Kegiatan Pesantren Ramadhan yang digelar di Surau Inabah Kota Dumai resmi selesai dilaksanakan pada 21–22 Februari 2026. Program pembinaan keislaman ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh sejumlah jamaah perwiridan se-Kota Dumai serta para guru, dengan suasana yang khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Pesantren Ramadhan ini dirancang sebagai ruang penguatan spiritual, intelektual, dan sosial dalam menyambut bulan suci. Selama kegiatan, peserta mengikuti rangkaian materi keislaman, diskusi tematik, serta refleksi nilai-nilai Ramadhan yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kata sambutannya, Dinul Falhan selaku Ketua Yayasan Inabah menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, pemateri, dan peserta. Ia menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan bukan sekadar agenda rutin, melainkan ikhtiar membangun tradisi belajar dan penguatan nilai keislaman yang berkelanjutan di tengah masyarakat. “Antusiasme jamaah dan para guru menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang-ruang pembinaan seperti ini sangat besar. Semoga kegiatan ini memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas iman, ilmu, dan akhlak,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri utama yang kompeten di bidangnya. Agustri, selaku pakar di bidang Ekonomi Syari’ah Kota Dumai, memaparkan pentingnya literasi dan praktik ekonomi syariah dalam kehidupan umat, terutama pada momentum Ramadhan yang sarat nilai kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial. Sementara itu, Dr. Rasyidi menekankan urgensi pendidikan Islam yang holistik, mengintegrasikan aspek spiritual, intelektual, dan karakter agar mampu menjawab tantangan zaman.
Para peserta menyambut positif pelaksanaan Pesantren Ramadhan ini. Selain menambah wawasan keislaman, kegiatan tersebut juga mempererat silaturahmi antarjamaah dan pendidik di Kota Dumai.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan, Surau Inabah berharap Pesantren Ramadhan dapat menjadi agenda berkelanjutan dan semakin memperkuat peran surau sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.*(Nayyer)