Dumai, Alim Ulama rantau minang di kota Dumai bentuk Forum Dakwah Adat Basandi Syarak (FORDAS). FORDAS merupakan sebuah wadah dakwah yang lahir pada bulan Syawal 1447 H di Kota Dumai. Organisasi ini didirikan oleh para tokoh Alim Ulama dan Cerdik Pandai Minangkabau yang berada di perantauan, dengan semangat menjaga serta menghidupkan kembali nilai-nilai luhur warisan budaya dan agama dalam kehidupan masyarakat Minang.
FORDAS hadir dengan tujuan utama menanamkan dan menguatkan falsafah hidup masyarakat Minangkabau di rantau, yaitu “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”, sebuah prinsip yang menegaskan bahwa adat bersendikan syariat, dan syariat bersumber dari Al-Qur’an. Nilai ini diyakini sebagai pedoman hidup yang kokoh, “tak lapuk di hujan, tak lekang di panas,” yang tetap relevan sepanjang zaman, termasuk bagi para perantau Minang di Kota Dumai.
Agustri sebagai salah satu penggagas Forum ini menyampaikan pesannya “melalui berbagai kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan, FORDAS berupaya membentuk karakter generasi Minangkabau yang berpegang teguh pada adat dan agama. Filosofi “Apo Tando Urang Minang, Urang Minang tau dek adaik jo agamo” menjadi landasan dalam membangun identitas diri, bahwa orang Minang sejati adalah mereka yang memahami dan mengamalkan adat serta ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari”.
Selain itu, FORDAS juga menanamkan nilai-nilai etika dan rasa malu sebagai bagian dari kepribadian, serta pemahaman terhadap “nan ampek” (mandaki, manurun, malereng, dan mandata) sebagai simbol kecerdasan dalam bersikap dan beradaptasi. Prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi pedoman dalam membangun hubungan harmonis di tengah masyarakat perantauan yang majemuk, ujar beliau.
Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, FORDAS yang digagas oleh Agustri, Dinul Falhan, Dr. Rasyidi, Hamdan Jamil, dan Afrizal ini diharapkan menjadi pelita dakwah yang menerangi kehidupan umat, sekaligus menjaga jati diri urang Minangkabau agar tetap berakar pada adat dan syariat, di mana pun mereka berada.(*)