Kota Dumai, Surau Inabah terus meneguhkan perannya sebagai pusat pembinaan umat yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan, dakwah, dan pengembangan keilmuan Islam. Dengan mengusung semangat “Surau sebagai Rumah Ilmu”, Surau Inabah hadir menjawab kebutuhan umat akan pembelajaran agama yang mendalam, inklusif, dan berkelanjutan.
Ketua Surau Inabah, Zul Fauzi, menegaskan bahwa Surau Inabah sejak awal didirikan dengan visi yang melampaui fungsi ritual semata. Menurutnya, surau harus menjadi pusat transformasi spiritual dan intelektual masyarakat. “Surau Inabah bukan hanya tempat salat, tetapi rumah ilmu. Di sinilah nilai-nilai Islam diajarkan secara utuh, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, hingga penguatan literasi keislaman bagi generasi muda dan masyarakat umum,” ujar Zul Fauzi. Ia menambahkan, berbagai program rutin seperti kajian keislaman, pembelajaran Al-Qur’an, diskusi keumatan, hingga pembinaan karakter terus dikembangkan agar surau benar-benar hidup dan memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
Hal senada disampaikan oleh para pendiri surau yaitu Dinul Falhan, yang menilai Surau Inabah sebagai model surau ideal yang menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam sebagaimana peran surau pada masa lalu. “Surau Inabah mengembalikan marwah surau sebagai pusat peradaban. Di sinilah lahir proses pendidikan berbasis nilai, adab, dan ilmu. Ini sangat penting di tengah tantangan moral dan sosial saat ini,” ungkap Dinul Falhan.
Sementara itu, Afrizal selaku pendiri juga menekankan pentingnya kolaborasi dan keterbukaan Surau Inabah terhadap berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, surau harus menjadi ruang bersama yang ramah, mencerahkan, dan membangun kesadaran kolektif umat. “Surau Inabah tidak eksklusif. Ia terbuka untuk semua kalangan yang ingin belajar dan memperbaiki diri. Inilah kekuatan surau sebagai rumah ilmu dan rumah umat,” jelas Afrizal.
Sedangkan DR. Rasyidi yang juga salah satu pendiri Surau Inabah, menyampaikan bahwa gagasan mendirikan Surau Inabah dilandasi oleh keprihatinan terhadap berkurangnya fungsi edukatif rumah ibadah. Ia berharap Surau Inabah dapat menjadi pusat lahirnya generasi berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi masyarakat. “Kami ingin surau ini melahirkan insan yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga memiliki pemahaman Islam yang benar, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” tutur Rasyidi.
Dengan semangat kebersamaan, Surau Inabah diharapkan terus tumbuh sebagai pusat ibadah dan pendidikan yang memberi pencerahan, sekaligus menjadi inspirasi bagi surau dan masjid lainnya dalam menghidupkan kembali tradisi Islam yang berakar pada ilmu dan adab.*(Feeza)