Dumai – Dukungan terhadap Panaekan sebagai bakal calon Ketua Persatuan Muballigh Dumai (PMD) terus menguat. Sejumlah pendiri dan tokoh penting PMD secara terbuka menyatakan restu dan dukungannya dalam sebuah pertemuan silaturrahmi yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Kota Dumai.
Salah satu pendiri PMD, H. Ibrahim Lesut, menyampaikan dukungan penuh kepada Panaekan. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa sejak awal berdirinya PMD, organisasi ini memiliki tujuan mulia, yakni menyatukan para muballigh yang ada di Kota Dumai. “Dari awal kita mendirikan PMD ini, niatnya adalah untuk menyatukan para muballigh, agar bisa bersama-sama membangun dakwah yang lebih kuat di Dumai. Saya melihat semangat itu ada pada Panaekan,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh tokoh PMD, Syawir Kasim, yang menyatakan keyakinannya bahwa Panaekan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Ia menilai pentingnya kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen muballigh tanpa perbedaan.
Tokoh lainnya, Darwis, turut memberikan dukungan dan berharap kepemimpinan ke depan dapat memperkuat persatuan serta meningkatkan peran PMD dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
Tidak hanya dari kalangan internal organisasi, dukungan juga datang dari unsur legislatif. Ediswan menyatakan dukungannya terhadap Panaekan, dengan harapan PMD ke depan dapat semakin bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan keagamaan di Kota Dumai.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenang, Dinul Falhan, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga silaturrahmi dengan para pendiri dan tokoh PMD. Ia menyebut bahwa langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk meminta restu dalam proses pencalonan. “Silaturrahmi ini adalah bagian penting dari perjuangan kita. Kami datang untuk meminta restu, masukan, dan doa dari para pendiri serta tokoh PMD agar langkah ini mendapat keberkahan dan membawa kebaikan bagi organisasi,” ungkapnya.
Dengan mengalirnya dukungan dari berbagai pihak, Panaekan dinilai memiliki peluang besar untuk memimpin PMD ke depan, dengan harapan mampu menjaga persatuan dan memperkuat peran muballigh dalam membangun masyarakat Kota Dumai yang religius dan harmonis.*(Nayyer)