THE FOUNDER OF INABAH EDUCATION FOUNDATION

Yayasan Inabah, Afrizal merupakan salah satu pendiri Yayasan Inabatul Qur’an Kota Dumai, sebuah lembaga pendidikan Islam yang berdiri pada tahun 2016 dan berfokus pada pengembangan pendidikan berbasis Al-Qur’an. Lahir di Babukit pada 28 Juli 1975, Afrizal tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan nilai-nilai keislaman, kesederhanaan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Sejak usia dini, ia telah diperkenalkan pada pentingnya pendidikan sebagai sarana membentuk karakter, akhlak, dan arah hidup.

Masa kecil Afrizal dijalani dengan pendidikan keluarga yang menekankan adab, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap ilmu dan Al-Qur’an. Lingkungan ini membentuk pribadinya menjadi sosok yang tekun, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Bagi Afrizal, pendidikan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, melainkan ikhtiar membangun manusia seutuhnya—beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Seiring perjalanan hidup dan kedewasaannya, Afrizal menyaksikan berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Ia melihat adanya kebutuhan akan lembaga pendidikan yang mampu memadukan penguatan nilai-nilai Qur’ani dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup. Banyak generasi muda yang cerdas secara akademik, namun belum sepenuhnya memiliki fondasi akhlak dan spiritual yang kuat. Dari sinilah tumbuh kesadaran dalam diri Afrizal bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an harus dikelola secara serius, terstruktur, dan berkelanjutan.

Kesadaran tersebut kemudian berkembang menjadi tekad untuk berkontribusi secara nyata dalam dunia pendidikan. Afrizal meyakini bahwa perubahan besar dalam masyarakat hanya dapat dicapai melalui pembinaan generasi sejak usia dini. Pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an, menurutnya, adalah kunci utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan moral dan tanggung jawab sosial.

Pada tahun 2016, Afrizal bersama sejumlah tokoh dan pegiat pendidikan yang memiliki visi sejalan mendirikan Yayasan Inabatul Qur’an di Kota Dumai. Pendirian yayasan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengabdiannya di bidang pendidikan. Yayasan Inabatul Qur’an didirikan sebagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dengan tujuan mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Sebagai salah satu pendiri, Afrizal berperan dalam merumuskan visi, misi, dan nilai dasar yayasan. Ia menekankan bahwa pendidikan harus menjadi sarana pembentukan karakter dan peradaban, bukan semata-mata pencapaian akademik. Oleh karena itu, Yayasan Inabatul Qur’an mengusung pendekatan pendidikan yang holistik, mengintegrasikan pembelajaran Al-Qur’an, penguatan akhlak, serta pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.

Afrizal memandang Al-Qur’an sebagai sumber nilai yang harus hidup dalam keseharian peserta didik. Pendidikan Qur’ani, menurutnya, tidak berhenti pada kemampuan membaca atau menghafal, tetapi harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan cara berpikir. Prinsip inilah yang menjadi ruh dalam pengelolaan dan pengembangan Yayasan Inabatul Qur’an sejak awal berdiri.

Dalam menjalankan perannya, Afrizal dikenal sebagai sosok yang konsisten dan visioner. Ia percaya bahwa membangun lembaga pendidikan membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan kerja kolektif. Tantangan dan keterbatasan yang dihadapi yayasan dijadikan sebagai sarana pembelajaran dan penguatan komitmen. Bagi Afrizal, keberlanjutan lembaga lebih penting daripada pencapaian instan.

Afrizal juga menaruh perhatian besar pada peran pendidik sebagai teladan. Ia meyakini bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia di dalamnya. Oleh sebab itu, ia mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai integritas, keteladanan, dan profesionalisme. Guru dipandang bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing akhlak dan karakter peserta didik.

Melalui Yayasan Inabatul Qur’an, Afrizal berharap lahir generasi yang memiliki keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Generasi yang tidak hanya saleh secara personal, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Visi ini menjadi arah utama dalam setiap langkah pengembangan yayasan.

Hingga kini, Yayasan Inabatul Qur’an Kota Dumai terus berkembang dan mendapat kepercayaan masyarakat sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen pada nilai-nilai Al-Qur’an. Perjalanan yayasan ini tidak terlepas dari peran Afrizal sebagai salah satu pendiri yang menanamkan semangat pengabdian, ketekunan, dan keikhlasan.

Sinopsis biografi Afrizal merupakan gambaran perjalanan seorang pendidik dan penggerak pendidikan yang meyakini bahwa masa depan umat dan bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini. Dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, Afrizal terus menapaki jalan pengabdian melalui Yayasan Inabatul Qur’an, menghadirkan pendidikan yang bermakna, berkarakter, dan berorientasi pada kemaslahatan jangka panjang. (Nayyer)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *